Amdal Pembangunan Infrastruktur Jangan Abal-Abal

Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah mencanangkan pembangunan infrastruktur yang besar-besaran di era kepemimpinannya. Keiingin Presiden Jokowi untuk menggelar pembangunan infrasturktur mungkin didasarkan pada sebuah kajian yang mengungkapkan bahwa pembangunan infrstruktur berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi.

Data statistik menunjukan bahwa kontribusi pembangunan aset atas PDB di Indonesia mencapai US$ 1,2 triliun. Sebuah angka yang fantastis. Terlebih, pertumbuhan ekonomi diyakini, sebagian orang, akan bedampak pada penyerapan tenaga kerja. Dan itu artinya akan mengurangi angka penangguran dan tentu saja kemiskinan.

Tak heran kemudian pemerintah menggelontorkan banyak dana dari APBN untuk pembangunan infrstruktur ini. Statistik Indonesia menunjukan bahwa dalam APBN 2017, pemerintah berencana menggelontorkan dana Rp 378,3 triliun untuk pembiayaan infrastruktur atau sekitar 18,6 persen dari PDB. Sebuah angka yang tidak sedikit.

tol becak ayuNamun, ada yang hal yang perlu diperhatikan dalam pembangunan proyek infrastruktur ini. Apa itu? Analisa mengenai dampak lingkungan, atau lebih sering disebut Amdal.Kajian mengenai Amdal ini penting untuk mengendalikan sebuah proyek tidak merusak lingkungan hidup. Dampak dari kerusakan lingkungan hidup yang dialami masyarakat, bila dinominalkan mungkin akan jauh melampaui dari keuntungan dari pembangunan proyek infrastruktur itu sendiri.

Untuk itulah jangan sampai amdal dari proyek infrastruktur dikerjakan secara sembarangan alias abal-abal. Bagaimanapun juga keselamatan warga lebih utama dibandingkan angka-angka pertumbuhan ekonomi yang dicapai melalui pembangunan infrastruktur.

Kajian lingkungan ini seringkali baru disadari pentingnya setelah jatuh korban di masyarakat. Hal itu misalnya, terjadi pada kasus banjir bandang di Kota Bogor yang terjadi pada Februari 2017 lalu.

Dosen Teknik Sipil Universitas Pakuan (Unpak) Bogor, Budi Arif, seperti ditulis portal berita online, mendesak dilakukan peninjauan ulang terhadap dokumen Amdal proyek pembangunan jalan tol Bogor Outer Ring Road (BOOR). Menurutnya, setiap pembangunan harus mengakomodir terkait potensi-potensi yang bakal menimbulkan permasalahan

pakai-sepeda-onthel-demonstran-tolak-6-jalan-tol-dalam-kotaGugatan warga terkait amdal proyek pembangunan infrastruktur bukan kali ini saja terjadi. Pada 2013 misalnya, media massa di Ibukota meributkan mengenai rencana pembangunan 6 tol dalam kota. Hingga akhirnya terungkap bahwa pada tahun itu, amdal proyek 6 tol dalam kota belun ada. Tak heran, kemudian proyek itu mendapat perlawanan dari aktivis lingkungan hidup di Jakarta.

Bukan hanya proyek 6 tol dalam kota yang dipersoalkan amdalnya. Proyek jalan tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu atau sering disebut Becakayu juga dipertanyakan amdalnya.Sebuah media memberitakan bahwa proyek pembangunan jalan tol Becakayu merusak lingkungan di sekitar jalan inspeksi Kalimalang, Jakarta Timur. Selain menebang banyak pohon, proyek itu menciptakan debu yang mengganggu pernafasan warga sekitar.

Pada tahun 2008, proyek jalan tol Becakayu  urung dilaksanakan sesuai target pada Maret 2008 karena belum terbitnya izin amdal. Nah, andaikata pada 2015 diberitakan bahwa proyek jalan tol Becakayu merusak lingkungan, pertanyaan berikutnya adalah bagaimana amdal dari proyek itu dilakukan?

Kekuatiran akan diabaikan amdal di tengah gencarnya pembangunan infrastruktur cukup beralasan. Pasalnya, untuk proyek infrastruktur di kawasan hutan KLHK tidak mewajibkan analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL), cukup upaya kelola/pantau lingkungan (UKL/UPL). Di sisi lain, menurut Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimulyo pada periode 2016-2019 akan dibangun 36 bendungan yang membutuhkan 10.087 hektar kawasan hutan. Sementara pembangunan irigasi menggunakan 110.570,54 hektar. Infrastruktur itu rencananya akan dibangun di kawasan hutan produksi dan lindung.

Infrastruktur itu penting. Namun jauh lebih penting keselamatan warga. Untuk itulah, amdal proyek infrastruktur jangan dikerjakan secara abal-abal. Warga bukan sekedar angka. Keselamatannya dari bencana ekologi harus diutamakan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: