Air Bersih untuk Korban Lumpur

8622-lumpur-lapindoMedia massa beberapa hari terakhir ini memberitakan tentang pembubaran BPLS (Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo). Beberapa pengamat menilai bahwa pembubaran BPLS bisa berdampak pada korban lumpur.

Namun, sayang. Para pengamat itu masih melihat persoalan semburan lumpur di Sidoarjo hanya pada persoalan ganti rugi, yang sejak awal sudah direduksi menjadi jual beli aset tanah dan rumah.

Persoalan kerugian warga akibat semburan lumpur Lapindo tidak pernah dihitung dalam proses ganti rugi itu. Salah satu kerugian warga korban lumpur adalah pencemaran air tanah.

Pada bulan Mei 2014, atau 8 tahun semburan lumpur Lapindo, pakar geologi ITS Surabaya Dr Amien Widodo, seperti ditulis portal republika, menegaskan bahwa penelitian terakhir menemukan air tanah di kawasan semburan lumpur pada eks lokasi eksplorasi PT Lapindo Brantas di Porong, Sidoarjo, sudah tercemar, sehingga merugikan masyarakat.

Diabaikannya persoalan air bersih dalam penanggulangan dampak lumpur Lapindo ini menjadi indikasi bahwa persoalan itu tidak dianggap penting, baik oleh pemerintah maupun Lapindo. Tidak pernah tersirat dalam pikiran para pengambil kebijakan itu untuk menghitung kerugian publik akibat buruknya akses terhadap air bersih. Tidak pula terpikirkan bagaimana memulihkan air bersih yang telah tercemar itu.

Air adalah Hak Asasi Manusia (HAM). Tapi dalam kasus penanganan lumpur Lapindo, air bersih justru dianggap tidak penting. Ironi, tapi itulah kenyataannya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: