Dibalik Isu Agama di Pilkada Ibukota

Ahok gusurPilkada Ibukota menjadi sorotan banyak media. Isu agama sempat mengemuka. Namun, apa sebenarnya yang sedang terjadi di balik isu agama dalam pilkada Ibukota?

Pertanyaan itu menjadi relevan, karena di berbagai daerah sebenarnya beberapa calon dengan agama yang berbeda dengan mayoritas juga terpilih menjadi kepala daerah. Dan itu tidak masalah. Lantas, kenapa di Jakarta menjadi persoalan?

Isu agama yang mencuat dalam pilkada di Jakarta tidak lepas dari upaya untuk mengaburkan substansi persoalan yang dihadapi warga Ibukota. Substansi persoalan itu berakar dari dilanjutkannya model pembangunan warisan Orde Baru. Bagaimana model pembangunan warisan Orde Baru itu?

Model pembangunan Orde Baru adalah model pembangunan yang bias kelas menengah-atas. Singkatnya, model pembangunan yang membuat kelas menengah tertawa sambil menginjak kepala orang-orang miskin. Model pembangunan itu ditandai dengan penggusuran dan penyingkiran warga miskin dari sumber-sumber kehidupannya.

Model pembangunan Orde Baru di Ibukota itu pada 2012, sempat akan dikoreksi oleh Gubernur DKI Jokowi. Namun, setelah Jokowi berpindah dari Balai Kota ke Istana, model pembangunan Orde Baru kembali dilanjutkan.

Ahok, pengganti Jokowi, justru melakukan penggusuran secara besar-besaran warga miskin kota. Jika di era Orde Baru, penggusuran warga miskin atas nama pembangunan, maka kali ini penggusuran atas nama normalisasi sungai. Para aktivis lingkungan hidup mengatakan model ini sebagai model Eco-Fasis.

Di saat yang hampir bersamaan dengan penggusuran warga miskin kota itu, Ahok juga melanjutkan proyek warisan Orde Baru, reklamasi Teluk Jakarta. Sebuah proyek yang diperuntukan bagi pemukiman mewah dan kawasan komersial baru kaum kaya di Ibukota.

Isu agama yang mencuat dalam pilkada DKI Jakarta, mengaburkan persoalan itu semua. Eits..tunggu dulu, tapi kan ada Anies yang programnya 180 derajat berbeda dengan Ahok. Anies berjanji tidak akan menggusur pemukiman warga miskin. Anies juga berjanji akan menghentikan reklamasi Teluk Jakarta.

golkar-tindak-lanjuti-sikap-titiek-soeharto-yang-dukung-anies-sandi-400x240Benar. Program Anies ingin melakukan koreksi yang besar terhadap model pembangunan Orde Baru yang kini dipraktikan Ahok di Ibukota. Namun, semua program Anies itu menjadi mentah ketika kita melihat Anies ‘bergandengan tangan’ dengan keluarga Cendana. Anak Presiden Indonesia ke-2 Soeharto, Siti Hediati Hariyadi mengajak warga yang hadir dalam peringatan terbitnya surat perintah 11 Maret atau Supersemar di Masjid At-Tin, Sabtu (11/3), untuk melanjutkan perjuangan ayahnya, Soeharto.

Bagaimana mungkin Anies akan menghentikan penggusuran yang menjadi role model pembangunan Orde Baru? Bagaimana mungkin Anies akan menghentikan proyek reklamasi Teluk Jakarta yang merupakan warisan Soeharto?

Nampaknya, warga Kota Jakarta tidak boleh menggantungkan perubahan hidupnya pada gubernur yang akan terpilih. Karena siapapun gubernur yang akan terpilih nampaknya akan melanjutkan model pembangunan Orde Baru yang bias kelas menengah atas itu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: