Raja Arab Saudi adalah Kita

20170302raja-salman-megawati-002Hari-hari terakhir ini, setiap menonton berita di televisi, beritanya selalu tentang kedatangan Raja Arab Saudi. Bahkan harian KOMPAS, sudah dua kali menjadikan foto Raja Arab Saudi di headline halaman depan. Seakan Indonesia ini adalah negara bagian dari Kerajaan Arab Saudi saja.

Di sepanjang jalan di Kota Bogor, anak-anak SD dimobilisasi untuk menyambut kedatangan sang raja dari Saudi Arabia itu. Apakah ini termasuk eksploitasi terhadap anak-anak? Jawaban terhadap pertanyaan itu menjadi tidak penting. Lebih penting menyambut rombongan sang raja Arab Saudi yang datang dengan segala kemewahannya itu dengan gegap gempita.

Di gedung DPR, Raja Arab Saudi juga disambut dengan suka cita. Para wakil rakyat yang biasanya gemar membolos saat sidang tentang rakyat digelar, tiba-tiba pada rajin hadir, saat Raja Salman berpidato.

Begitu pula di Masjid Istiqlal Jakarta. Warga dari berbagai penjuru kota, bahkan ada yang dari luar Jawa, menyempatkan datang ke Masjid Istiqlal hanya untuk melihat Raja Arab Saudi sholat.

Di media sosial, para penggunanya asyik menshare foto-foto yang diklaim sebagai para pangeran Arab Saudi yang juga ikut dalam rombongan kunjungan sang raja di Indonesia. Bahkan saking semangatnya ada foto artis India yang juga diklaim sebagai putri Arab Saudi.

Di media sosial pula, para pendukung Ahok, memajang foto sang Gubernur DKI saat bersalaman dengan Raja Arab Saudi. Momentum yang sebenarnya biasa-biasa saja itu kemudian dijadikan bahan kampanye dan diviralkan di media sosial. Numpang beken dengan Raja Arab Saudi.

Raja Arab Saudi datang ke Indonesia dengan segala kemewahannya. Dan kita, rakyat Indonesia takjub melihatnya.

Raja Arab Saudi adalah kita. Ya, Raja Arab Saudi dan kita sama-sama pengaggum kemegahan dan kemewahan.

Kita kagum dengan kemewahan Raja Arab Saudi, seperti juga kita kagum dengan gaya hidup mewah artis-artis di sinetron televisi.

korban-agresi-saudi-di-yaman-capai-65-orang-sv3Kita kagum dengan kemewahan Raja Arab Saudi, sehingga kita tidak menganggap penting penderitaan rakyat Yaman yang menjadi korban dari serangan militer dari negara-negara yang dipimpin oleh Arab Saudi.

Kita adalah penganggum kemewahan Raja Arab Saudi, sehingga kita tidak menganggap penting penderitaan para buruh migrant Indonesia yang terancam hukuman mati dan juga keluarga korban kecelakaan crane saat ibadah haji.

petani-sukamulya-tolak-bandara-2_20161117_184416Ya kita adalah pemuja kemewahan, karena itu kita lebih mendukung tanah-tanah petani di Majalengka, Jawa Barat dan Kulonprogo, Jogjakarta dijadikan bandar udara internasional. Kita pun tidak menganggap penting penyingkiran petani dari sumber-sumber kehidupannya.

Kita adalah pemuja kemewahan, sehingga kita diam saja saat rumah-rumah warga miskin kota Jakarta digusur dengan mengatasnamakan normalisasi sungai.

Kita adalah pemuja kemewahan, sehingga kita lebih mendukung pembangunan mall, jalan tol untuk pergerakan mobil pribadi dan juga reklamasi pantai untuk dijadikan kawasan komersial serta pemukiman mewah. Soal warga miskin kota yang menghirup udara beracun dari asap knalpot mobil-mobil orang kaya, itu tidak penting menurut kita. Sama seperti tidak pentingnya para nelayan yang disingkirkan dari sumber-sumber kehidupannya karena lautnya diurug untuk pemukiman mewah kaum kaya.

Kita pemuja kemewahan. Dan Raja Arab Saudi datang ke Indonesia dengan segala kemewahannya. Jadi wajar bila kemudian sang raja disambut dengan gegap gempita. Karena Raja Arab Saudi adalah kita.

Selamat mengistirahatkan akal sehat…

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: