Zakat untuk Membela Hak Nelayan atas Lautan

Dompet Dhuafa_Rayuan Pulau Palsu

Sumber foto: wall facebook KIARA

Mungkin anda bertanya untuk apa Dompet Dhuafa bersama organisasi masyarakat sipil KIARA menggelar pemutaran film berjudul, “Rayuan Pulau Palsu”? Kenapa uang zakat umat digunakan untuk menonton film itu?

Eits..tunggu dulu. Saya sih bukan staf Dompet Dhuafa. Tapi saya memahami dukungan Dompet Dhuafa bersama KIARA menggelar kegiatan nonton bareng (nobar) film “Rayuan Pulau Palsu” itu.

Film “Rayuan Pulau Palsu” itu adalah film tentang perjuangan nelayan Teluk Jakarta dalam melawan proyek reklamasi. Proyek itu dipastikan akan menyingkirkan nelayan dari lautan sebagai sumber-sumber kehidupannya. Proyek reklamasi Teluk Jakarta juga berpotensi merusak ekologi pesisir.

Lantas kenapa Dompet Dhuafa mendukung nobar “Rayuan Pulau Palsu” ini? Dukungan Dompet Dhuafa ini harus dipahami dalam rangka membangkitkan semangat nelayan di kawasan pesisir Teluk Jakarta dan juga di pesisir lainnya. Semangat untuk tetap mempertahankan sumber-sumber kehidupannya yang akan dirusak oleh proyek reklamasi ini. Ini adalah bagian dari zakat untuk advokasi kebijakan. Jangan sampai ada kebijakan-kebijakan yang justru memiskinkan nelayan seperti proyek reklamasi ini.

Dan dukungan Dompet Dhuafa dalam nobar “Rayuan Pulau Palsu”ini bukan hanya untuk menyelamatkan pesisir Jakarta namun juga kawasan pesisir di seluruh Indonesia. Lho kok? Iya, karena hampir seluruh pesisir Indonesia terancam proyek reklamasi. Celakanya, tanah hasil reklamasi itu digunakan untuk pemukiman mewah dan kawasan komersial segelintir orang kaya. Ini jelas tidak adil.Pembangunan yang adil dan tidak memiskinkan umat inilah, menurut saya, yang akan coba diperjuangkan oleh Dompet Dhuafa.

Kalau kita merujuk pada kampanye Zakatnesia Dompet Dhuafa yang mengungkapkan bahwa  zakat adalah instrumen yang tidak hanya untuk menyelesaikan masalah kemiskinan pada level permukaan tetapi juga masalah kemiskinan yang lebih mendasar.Apa yang dilakukan Dompet Dhuafa untuk mendukung nobar film “Rayuan Pulau Palsu”ini bagian dari upaya advokasi dalam menyelesaikan persoalan kemiskinan yang lebih mendasar di komunitas nelayan saat ini, yaitu ancaman kebijakan reklamasi pantai. Atau istilah singkatnya adalah, “Zakat untuk Membela Hak Nelayan atas Lautan.”

Zakatnesia

 

Categories: Uncategorized | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: