Dompet Dhuafa, Pelopor Zakat untuk Advokasi

8622-lumpur-lapindoSiang itu sangat terik. Namun tak menyurutkan puluhan wartawan meliput sebuah acara jumpa pers di kantor KontraS, sebuah organisasi masyarakat sipil yang concern terhadap persoalan hak asasi manusia (HAM). Saat itu koalisi organisasi masyarakat sipil sedang menggelar jumpa pers tentang kasus lumpur Lapindo. Press conference itu dilakukan pada 2008 silam atau 2 tahun setelah muncul semburan lumpur.

Pak Budiono salah satu korban semburan lumpur Lapindo membuka press conference dengan testimoninya. Ayah dari seorang balita ini menceritakan kondisi kampungnya dan rumahnya setelah muncul semburan lumpur Lapindo. Kampungnya memang tidak tenggelam oleh lumpur panas, namun dampak mematikan dari lumpur itu telah menghampiri desanya.

“Air sumur yang dulunya digunakan untuk mencuci, mandi dan memasak sudah tidak dapat digunakan lagi,” ujarnya “Bukan hanya itu, kini polusi udara akibat semburan lumpur Lapindo juga telah mengancam keselamatan jiwa warga kampung.”

Meningkatnya biaya kesehatan akibat bencana ekologi seringkali tidak diperhitungkan dalam ganti rugi. Ini tentu akan membebani ekonomi korban bencana ekologi. Pemberian pengobatan cuma-cuma tentu penting bagi mereka. Namun, tidak diperhitungkannya persoalan meningkatnya biaya kesehatan korban itu disebabkan karena kebijakan dalam menangani sebuah bencana ekologi tidak sepenuhnya memperhatikan persoalan nyata yang dialami korban di lapangan sejak awal proses pembuatan kebijakannya. Bisa saja sejak awal korban tidak dilibatkan dan suaranya diabaikan dalam proses pembuatan kebijakan penanganan bencana ekologi.

Jika demikian persoalannya maka memberikan pengobatan cuma-cuma saja tidaklah cukup. Perlu adanya advokasi kebijakan yang membela kepentingan korban. Namun, advokasi adalah sebuah proses yang membutuhkan tenaga dan biaya yang tidak sedikit. Dalam konteks inilah kehadiran sebuah lembaga donor dibutuhkan untuk membiayai proses advokasi itu.

Memang banyak lembaga donor dari luar negeri yang memberikan bantuannya kepada organisasi masyarakat sipil Indonesia yang sedang melakukan advokasi kebijakan. Namun, sejak krisis ekonomi 2008 lalu jumlah donor mulai menurun. Dan sulit dipungkiri bahwa lembaga-lembaga donor dari luar negeri itu juga membawa kepentingannya yang belum tentu sejalan dengan kepentingan korban itu sendiri. Dalam konteks inilah diperlukan lembaga donor nasional. Lembaga Zakat berpeluang besar untuk menjadi lembaga donor yang dapat membantu pendanaan advokasi kebijakan yang berpihak pada korban.

Program Zakat untuk advokasi bukan sebuah mimpi di siang bolong. Lembaga amil zakat Dompet Dhuafa telah memulainya. Pada 2010 silam misalnya Dompet Dhuafa bekerjasama dengan Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI). Kita tahu YLBHI adalah organasiasi masyarakat sipil yang legendaris. Didirikan sejak rejim otoritarian Orde Baru berkuasa. YLBHI sangat kritis terhadap kebijakan-kebijakan Orde Baru yang represif terhadap masyarakat. Organisasi ini juga konsisten memberikan bantuan hukum struktural, atau sederhananya advokasi kebijakan.

Zakat untuk advokasi ini adalah salah satu trobosan dari Dompet Dhuafa. Ini yang harus terus dikembangkan. Tidak salah bila kemudian pada ramadhan tahun ini Dompet Dhuafa mengangkat tema  Zakatnesia. Sebuah kampanye untuk menunjukan zakat adalah instrumen yang tidak hanya untuk menyelesaikan masalah kemiskinan pada level permukaan tetapi juga masalah kemiskinan yang lebih mendasar. Ya kemiskinan memang sering kali terjadi karena diakibatkan oleh sebuah kebijakan pembangunan yang sejak awal tidak berpihak pada orang miskin.

Zakatnesia

Categories: Uncategorized | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: