Tuan Ahok, Mau Kau Bawa Kemana Kota Jakarta ini?

Pe nggusuran

Penggusuran lagi..penggusuran lagi….Warga miskin kota kembali menangis pilu. Rumah dan tanahnya diratakan dengan tanah.

Kali ini penggusuran terjadi di Kampung Luar Batang, Jakarta Utara. Sebelumnya penggusuran juga terjadi di Kampung Pulo, Bukit Duri dan Kalijodo. Entah esok, kampung kota mana lagi yang akan digusur di Jakarta ini.

Data dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta menyebutkan bahwa pada tahun 2015 saja, sejak Januari hingga Agustus, terdapat 30 kasus penggusuran paksa yang terjadi di wilayah DKI Jakarta.

Tak punya pilihan. Itulah kata yang tepat untuk menggambarkan nasib warga miskin kota Jakarta (dan juga Jabodetabek/Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasai) saat ini. Tanah di kota ini semakin mahal. Penyebabnya, pasokan tanah yang terbatas, karena sebagian besar lahan sudah dikuasai oleh konglomerat.

Laporan dari kompas.com menyebutkan bahwa di koridor barat Jakarta, Sinarmas Land Group menguasai lahan terluas melalui pengembangan BSD City seluas 6.000 hektar. Disusul Lippo Karawaci dengan 3.000 hektar melalui gigaproyek Lippo Village, Ciputra Group dengan proyek raksasa andalan CitraRaya Tangerang seluas 2.760 hektar, PT Alam Sutera Tbk 2.300 hektar, PT Summarecon Agung Tbk dan Paramount Enterprise International seluas 2.300 hektar, dan PT Jaya Real Property Tbk seluas 2.300 hektar dengan Bintaro Jaya.

Sementara di koridor timur, para penguasa aset lahan terbesar adalah Lippo Karawaci dengan 3.322 hektar dalam wujud kota mandiri Lippo Cikarang dan Orange County, Sinarmas Land Group dengan lahan seluas 4.100 hektar untuk proyek Kota Deltamas dan Grand Wisata, PT Summarecon Agung Tbk seluas 240 hektar melalui Summarecon Bekasi, dan PT Modernland Realty Tbk dengan 370 hektar dalam bentuk proyek Jakarta Garden City.

Sedangkan di koridor selatan, terdapat PT Sentul City Tbk dengan 3.100 hektar berupa proyek perumahan berkonsep resor Sentul City, PT Bukit Jonggol Asri dengan 3.000 hektar melalui Sentul Nirwana, Sinarmas Land Group dengan 1.050 hektar dalam dua proyek Kota Wisata dan Legenda Wisata, Dwikarya Langgeng Sukses dengan Harvest City seluas 1.050 hektar, PT Bakrieland Development Tbk seluas 1.000 hektar dengan proyek Bogor Nirwana Residences, Sinarmas Duta Makmur dengan 550 hektar untuk mengembangkan Rancamaya Golf and Residences.

Dapat dikatakan, tanah di daratan Jakarta sudah habis. Alih-alih menyelesaikan persoalan ketimpangan penguasaan lahan antara segilintir orang-orang kaya dan mayoritas orang miskin itu, Gubernur DKI Jakarta Ahok justru menerbitkan ijin untuk mereklamasi Teluk Jakarta. Tujuannya, menambah pasokan lahan baru bagi perusahaan pengembang untuk terus mendulang laba dari pembangunan pemukiman mewah dan kawasan komersial baru. Meskipun reklamasi Teluk Jakarta itu berarti juga menyingkirkan nelayan dari sumber-sumber kehidupannya.

Mau dibawa kemana Kota Jakarta ini oleh Ahok? Tidak jelas. Namun yang jelas Ibukota semakin ramah pada mereka yang kaya dan buas pada mereka yang miskin.

Sumber Foto https://www.facebook.com/photo.php?fbid=10154063396953618&set=a.10152246882048618.1073741825.572533617&type=3&theater

Categories: Uncategorized | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: