Masihkah Anda Percaya Jargon Pembangunan?

Pembangunan. Adalah jargon yang begitu gencar dipropagandakan rejim otoritarian Orde Baru. Meski Soeharto sudah terguling dari singasananya, kosa kata pembangunan masih saja terus dipropagandakan. Tujuannya jelas, agar masyarakat menerima pembangunan itu sebagai berkah bukan kutukan.

Pembangunan, bisa jadi adalah kosa kata untuk memperhalus penyingkiran warga miskin untuk segelintir kenyamanan orang-orang kaya. Contohnya adalah foto di bawah ini.

Stasiun Bgr

Foto ini di Stasiun Kereta KRL Bogor. Sebelumnya, di sepanjang jalan ini adalah tempat para pedagang kaki lima menjajakan dagangannya. Ada penjual soto, bakso, tukang cukur dan sebagainya. Terhadap pedagang kaki lima itu kemudian dilekatkan stigma sebagai penyebab kemacetan lalu lintas karena berjualan di pinggir jalan. Stigma-stigma itu kemudian menjadi dasar bagi penyingkiran pedagang kaki lima di pinggir stasiun Bogor.

Pertanyaan berikutnya adalah, apakah setelah pedagang kaki lima digusur, jalanan di dekat stasiun Bogor menjadi lancar alias tidak macet lagi? Tidak! Hal itu disebabkan kini areal yang dulu digunakan untuk berjualan pedagang kaki lima itu digunakan sebagai tempat parkir mobil-mobil milik orang kaya.Mereka dengan tenang menaruh mobilnya di pinggir jalan meskipun ada rambu larangan parkir di sana.

Kondisi itu adalah cermin dari pembangunan. Hal yang sama juga terjadi di Jakarta, Ibukota Indonesia. Dengan dalih pertambahan ruang terbuka hijau, pemukiman miskin digusur. Namun, kawasan komersial dan pemukiman orang-orang kaya yang juga dibangun di atas ruang terbuka hijau dan tangkapan air dibiarkan saja, bahkan tata ruang diputihkan agar keberadaan mereka legal. Masihkah anda percaya pada jargon pembangunan?

 

Categories: Uncategorized | 3 Comments

Post navigation

3 thoughts on “Masihkah Anda Percaya Jargon Pembangunan?

  1. parlan-jogja

    kapan kita buat agenda bersama tentang kritik dan dominasi pembangunan yang orientasinya terus berkutat tentang ekonomi pak cahyadi?senang sekali jika ada media bersama untuk memberikan kritik terus-menerus tentang konsep dan makna pembangunan yang mengedapkan social movement

  2. aku melu🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: