Ironi Tuan Jokowi

Masih ingat pidato Joko Widodo (Jokowi) saat pelantikan Presiden Indonesia ke-7? Ya…ya.. Jokowi bilang bahwa kita sudah terlalu lama memunggungi lautan. Setelah itu sang Presiden Indonesia ke-7 itu berjanji akan mewujudkan poros maritim. Wow..sebuah gagasan cemerlang.

Poros maritim adalah sebuah keniscayaan, karena Indonesia adalah negara dengan sejuta lautan. Laut adalah penghubung bukan pemisah antar pulau. Paradigma pembangunan yang berorientasi daratan telah membuat bangsa ini lupa kan jati dirinya sebagai bangsa maritim. Itulah yang dimaksud Pak Jokowi, kita terlalu lama memunggungi lautan.

Namun, tak jauh dari Istana Presiden, tempat Presiden Jokowi berkantor, justru paradigma pembangunan yang berorientasi daratan sedang gencar dilakukan. Pembangunan yang berorientasi daratan itu adalah reklamasi pantai Jakarta.

Pemerintah provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melakukan reklamasi pantai untuk menambah daratan guna menampung pertumbuhan kawasan komersial baru. Kawasan komersial yang akan dibangun di atas tanah hasil reklamasi ini tidak ada kaitannya dengan kesejahteraan nelayan di pesisir Jakarta. Bahkan bisa jadi mereka adalah pihak yang akan tersingkir ketika reklamasi pantai dijalankan. Reklamasi pantai Jakarta bukan hanya contoh model pembangunan yang memunggungi lautan namun juga menginjak-injak gagasan presiden tentang poros maritim. Sialnya, justru mantan wakil Jokowi saat menjadi Gubernur DKI Jakarta, Ahok, justru getol menjalankan proyek reklamasi yang jelas-jelas memunggungi lautan itu (meminjam istilah dalam pidato Jokowi). Apakah Jokowi takut dikata-katain Ahok bila menghentikan proyek reklamasi pantai Jakarta?

Celakanya, kecanduan reklamasi pantai bukan hanya terjadi di Jakarta. Reklamasi pantai juga terjadi di Bali, Sulawesi Selatan dan kota-kota pesisir lainnya. Lantas, kemana Presiden Jokowi berada ketika gagasannya tentang poros maritim diinjak-injak oleh pemerintah daerah yang kecanduan reklamasi pantai? Mengapa Presiden Jokowi diam saja ketika model pembangunan yang memunggungi lautan itu terjadi di depan matanya? Inilah ironi tuan Jokowi.

Categories: Uncategorized | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: