Jakarta Orde Baru

Bila pada saat kampanye pemilihan Gubernur DKI Jakarta beberapa tahun lalu, Jokowi menawarkan Jakarta Baru, maka setelah meninggalkan Balaikota dan menuju Istana Negara menjadi Presiden Indonesia ke-7, pengganti Jokowi, Gubernur Ahok menjadikan Jakarta Orde Baru.

Ya..Jakarta Orde Baru. Dalam sejarahnya, rejim Orde Baru ini selalu diwarnai dengan kekerasan dan penggusuran warga miskin, baik di desa-desa dan kota-kota. Alasan penggusuran macam-macam. Mulai dari pembangunan hingga keindahan kota. Dan kini, itu semua terjadi kembali di Jakarta di bawah kepemimpinan Ahok.

bukit duri

Sumber: Facebook Azas Tigor Naiggolan

Saat tulisan ini dibuat, kekerasan  baru saja menimpa Alldo Fellix Januardy, Pengabdi Bantuan Hukum dari LBH Jakarta. Menurut pernyataan Alledo Fellix, seperti yang beredar di media sosial dan watsapp group, pada saat satpol PP, Polsek dan Camat yang bersikukuh ingin menggusur warga Bukit Duri, warga pun membela diri dengan menyatakan bahwa masih ada audiensi DPRD dan gugatan PTUN.

lbh jakarta

Sumber gambar: Pic Facebook Azas Tigor Nainggolan/ FAKTA

“Saya selaku PP LBH mencoba memediasi diskusi yang berlangsung dan membela posisi warga. Saya ingatkan bahwa polisi, satpol pp, dan camat harus menghargai proses hukum,” ungkap Fellix, “Tidak terima dengan pernyataan tsb. Saya langsung dikeroyok oleh 5 orang aparat satpol pp dan polri. Bapak Mahludin, Camat Tebet dan bapak Nurdin, Kapolsek Tebet, ikut memukul dan mendorong saya.Saya mengalami luka-luka di bagian kepala, kacamata yang saya kenakan lensanya pecah di sisi kiri.”

Sebelumnya, kekerasan juga mewarnai penggusuran di Kampung Pulo. Bukan tidak mungkin, tindak kekerasan akan terus berlanjut dalam penggusuran kampung-kampung miskin lainnya. Pasalnya, hingga kini tidak ada Standart Operasional Prosedure (SOP) yang jelas dalam penggusuran yang menghormatai hak asasi manusia di Jakarta ini.

Perntanyaannya kemudian adalah dimana Ahok? Entahlah, dimana Gubernur pilihan warga Jakarta itu berada saat warganya mengalami tindak kekerasan itu. Negara yang harusnya menghormati, melindungi dan memenuhi hak asasi warganya justru membiarkan kekerasan terjadi. Inilah Jakarta Orde Baru di bawah kepemimpinan Gubernur Ahok. Apakah Jakarta Orde Baru seperti ini masih akan diteruskan dalam waktu lima tahun kedepan?

Categories: Uncategorized | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: