Antara Tragedi 2015 di Paris dan 1965 di Indonesia

PRAY FOR iNDONESIABanyak orang terkejut dan mengungkapkan solidaritas terhadap korban tragedi kekerasan oleh tindakan terorisme di Paris, Prancis. Kabarnya, ratusan orang meninggal akibat aksi biadab sang teroris. Solidaritas terhadap korban tindak kekerasan adalah mulia.Kekerasan dan kejahatan kemanusiaan memang harus dikutuk oleh seluruh umat manusia. Tujuannya, jangan sampai hal itu terulang kembali.

Tidak ada yang melarang orang mengungkapkan solidaritas terhadap tragedi di Paris. Justru solidaritas itu baik dan harus dilipatgandakan. Sebuah perlawanan damai terhadap para teroris.

Namun, sudahkah kita juga melakukan hal yang sama terhadap tragedi kemanusiaan di negeri sendiri, Indonesia?

Ya, pada tahun 1965 di Indonesia telah terjadi tragedi kemanusiaan yang sangat memilukan. Di Indonesia, pada tahun 1965, ratusan ribu hingga jutaan orang dibunuh, dipenjarakan, dihinakan dan dirampas hak-haknya tanpa melalui proses pengadilan. Di negeri yang katanya berdasarkan Ketuhanan yang Maha Esa dan Kadilan Sosial ini pada waktu itu, nyawa manusia begitu murahnya. Bagaimana tidak, hanya karena dituduh komunis, sekali lagi tanpa proses pengadilan, seseorang dapat dengan mudah dibunuh, dipenjara dan dihinakan.

Andai saja komunis memang salah, pertanyaannya mengapa tidak ada proses pengadilan ketika menghukumnya? Jelas, jika pada tahun 1965 ada proses pengadilan, mungkin orang yang harus dibunuh dan dipenjarakan tidak mencapai ratusan ribu hingga jutaan. Lantas, kenapa orang bisa dihukum tanpa proses pengadilan di tahun 1965?

algojoTeror. Ya, ketakutan memang sengaja ditanam di tahun 1965 di Indonesia. Tujuannya? Agar tidak ada yang menghalangi kebijakan pembangunan, meskipun fakta di lapangan pembangunan berarti sebuah penggusuran ruang-ruang kehidupan masyarakat. Masih ingat kan, dulu selama Orde Baru berkuasa, orang yang protes terhadap pembangunan dituduh sebagai sisa-sisa PKI?

Bahkan ketakutan itu dikelola. Kok ketakutan dikelola? Di era Orde Baru, setiap menjelang tanggal 30 September, di sekolah-sekolah hampir selalu ada razia. Kemudian tiba-tiba ditemukan simbol palu arit (lambang PKI/Partai Komunis Indonesia). Setelah itu, muncul pernyataan di berbagai media akan bahaya laten komunisme. Segala drama propaganda bahaya laten komunis itu ditutup dengan nobar (nonton bersama) film sadis G30S/PKI. Dengan itu, seakan kejahatan kemanusiaan yang mengorbankan ratusan ribu hingga jutaan orang itu menjadi benar.

Dan setelah ratusan ribu hingga jutaan orang dikorbankan, muncullah rejim korup yang menggelar karpet merah bagi investasi. Sumberdaya alam negeri ini pun diobral. Bumi, air dan kekayaan alam di dalamnya jatuh ke tangan korporasi untuk memperkaya segelintir orang-orang kaya dengan menginjak mayoritas orang-orang miskin.

Tidak seperti tragedi di Paris. Tragedi kemanusiaan 1965 tidak banyak mendapatkan solidaritas dari pemimpin dan warga dunia.Bahkan hingga kini, bila ada orang yang ingin mencari kebenaran terhadap kejahatan kemanusiaan itu langsung diberikan stigma negatif, dari stigma komunis hingga penghianat bangsa.

Mungkin dalam waktu dekat, dampak teror di Paris akan segera teratasi. Para korban teror di Paris pun telah mendapat simpati dari ratusan juta manusia di seluruh dunia. Dan pelaku teror pun akan tertangkap dan menjadi musuh bersama umat manusia. Lantas, bagaimana dengan pelaku teror di Indonesia pada tahun 1965? Bagaimana dengan korban teror di Indonesia pada 1965, apakah jutaan orang telah memberikan simpati dan solidaritasnya?

Itulah sekelumit perbedaan antara tragedi di Paris dan 1965 di Indonesia.

Analisa dangkal dari seorang yang lahir di saat komunisme diharamkan dan kapitalisme dipuja di Indonesia dan orang yang tidak pernah tuntas membaca buku DAS KAPITAL.  :D

Semoga analisa dangkal ini dapat berkontribusi menghentikan kekerasan, penindasan dan penghisapan atas nama apapun.

Categories: Uncategorized | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: