Ahok Pemimpin Jujur…

Ahok jujur1Kata kaum kelas menengah di Jakarta, Ahok adalah pemimpin yang jujur. Buktinya, ia berani melawan begal APBD, itu kata mereka, kelas menengah Jakarta yang memuja Ahok.

Jujur. Sebuah perbutan mulia. Indikasi sederhana seorang itu jujur bila ia jujur pada dirinya sendiri. Tidak ada perbedaan antara kata dan perbuatan. Atau kalau meminjam lirik lagu Paman Doblang yang dinyanyikan oleh Kantata Takwa, “Perjuangan adalah Pelaksanaan Kata-Kata”.

Kembali ke Ahok. Menurut kelas menengah di Jakarta, Ahok pemimpin yang jujur. Saya pun tertarik membuktikan kejujuran Ahok. Caranya? Coba lihat lagi video saat ia berkampanye menjadi calon wakil gubernur mendampingi Jokowi. Dalam kampanye itu dengan tegas dan jelas ia mengatakan menolak proyek 4 jalan tol dalam kota.

Video lengkapnya dapat di lihat di youtube ini.

ahokjujur2Saat terpilih menjadi Wakil Gubernur DKI Jakarta pun, Ahok masih konsisten menolak 4 jalan tol dalam kota. “Yang pasti 4 Tol pasti kita tolak,” ujar Ahok pada video ini (38.48). Selengkapnya video dapat dilihat di Youtube ini.

Waktu berlalu, apakah Ahok masih konsisten menolak jalan tol dalam kota?

“Memang gue ingkar janji, lu mau apa? Tidak usah pilih gue lagi. Beres, toh,” ujar Ahok dalam wawancara dengan TEMPO edisi 25 Agustus 2014, ketika ditanya terkait sikapnya tentang rencana pembangunan 6 tol dalam kota Jakarta. Bahkan seperti ditulis di detik.com, Ahok dengan tegas mendukung 6 tol dalam kota. “Saya dikritik 6 ruas tol dalam kota, saya masa bodo. Yang penting 6 ruas tol dalam kota itu ada jalur Transjakartanya. Yang penting saya sedang menguraikan kemacetan. Bisa nggak nanti mobil begitu banyak kamu tahan?! Ya pakai ERP (Electronic Road Pricing). ERP kenapa nggak mau disikat dulu sekarag? Kendaraan umumnya belum cukup,” tutup Ahok. Padahal pembangunan transportasi publik atau program pembatasan penggunaan kendaraan bermotor pribadi tidak bisa diintrupsi dengan pembangunan infrastruktur transportasi yang pro kendaraan bermotor pribadi, seperti jalan tol dalam kota. Jika itu terjadi maka, kebijakan untuk mengatasi kemacetan tidak akan fokus. Dan itu berarti kegagalan tinggal menunggu waktu saja.

So, masih percaya Ahok seorang pemimpin yang jujur, paling tidak jujur terhadap dirinya sendiri?

Terserah pembaca sekalian. Kalau saya sih tidak percaya dan memilih untuk sms ke Ahok soal ini:

“Gubernur Jakarta Ahok sedang melakukan bunuh diri ekologi dengan rencananya membangun 6 jalan tol dalam kota. Pembangunan 6 tol dalam kota hanya akan merangsang penggunaan mobil pribadi yang menyebabkan peningkatan polusi udara.Dan ujungnya adalah meningkatnya biaya kesehatan dan sosial yang harus ditanggung warga yang tinggal dan bekerja di Jakarta. Saatnya bergerak bersama selamatkan Kota Jakarta. Sampaikan penolakan anda via sms ke Ahok terhadap proyek 6 jalan tol dalam kota. contoh sms,”GUBERNUR AHOK SELAMATKAN JAKARTA, BATALKAN PROYEK 6 JALAN TOL DALAM KOTA!”, kirim via sms ke nomor hp 0811 944728, 0819 27666999, 0858 11291966″

Petisi Tolak 6 Tol Jakarta dapat dilihat di change.org

Categories: Uncategorized | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: