Lawan Ahok, Gubernur Kelas Menengah Ngehek!

ahokngehek4“Mereka dihinakan..tanpa daya..ya tanpa daya…”

Kutipan lirik lagu yang dinyanyikan Iwan Fals bersama group Kantata Takwa, tepat sekali menggambarkan suasana penggusuran di Kampung Pulo, Jakarta pada 20 Agustus 2015, atau 3 hari setelah Republik Indonesia merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-70.

Gubernur DKI Jakarta Ahok, yang selama ini banjir pujian dari para kelas menengah, sebagai gubernur anti-korupsi kini justru dengan tanpa merasa bersalah menggunakan aparat yang digaji dengan pajak rakyat untuk menggebukin, memukulin dan meratakan rumah warga Kampung Pulo. Alasannya untuk penanggulangan banjir.

Jika alasannya untuk penanggulangan banjir, mengapa orang-orang kaya yang membangun rumah dan kawasan komersialnya di atas ruang terbuka hijau (RTH), di atas daerah resapan air tidak digusur pula. Mereka, orang-orang kaya itu, merampas RTH dan daerah resapan secara lebih masif dibandingkan warga miskin yang ada di Kampung Pulo.

Alih-alih menggusur orang-orang kaya di Jakarta yang telah merampas RTH dan daerah resapan di Jakarta, Gubernur Ahok justru akan melanjutkan reklamasi pantai utara Jakarta untuk memfasilitasi gaya hidup mewah orang-orang kaya. Tidak cukup sampai disitu. Gubernur Ahok juga berencana memfasilitasi pergerakan mobil-mobil milik orang kaya di Jakarta ini dengan membangun 6 jalan tol baru dalam kota.

Bagaimana menjelaskan fenomena ini?

Ahok adalah manusia yang sangat sadar akan kelas sosial. Ia berasal dari kelas sosial menengah atas. Dia tentu tidak akan pernah mau menggusur warga yang satu kelas sosial dengannya, meskipun warga kelas sosial yang sama itu melakukan pelanggaran yang sama bahkan lebih besar daripada warga kelas menengah bawah.

Di bawah kepemimpinan Ahok yang pro kelas menengah-atas dan anti-warga miskin ini, mungkin Jakarta akan tambah megah. Karena yang hidup di Jakarta hanya orang-orang kaya yang satu kelas sosial dengan Ahok. Sementara orang-orang miskinnya tersingkir dari Ibukota. Jika kebijakan ini diteruskan maka Jakarta hanya akan jadi milik orang kaya. Jakarta hanya untuk orang kaya. Orang miskin silahkan minggir.

Tidak adil! Ya ini memang tidak adil bagi warga miskin. Tapi bagi kelas menengah Ngehek ini adalah kebijakan yang adil. Inilah kebijakan yang ditunggu-tunggu para kelas menengah. Dan Ahok adalah Gubernur Kelas Menengah Ngehek. Kita pun tidak boleh diam. Ahok harus dilawan!

Categories: Uncategorized | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: