Kartini Penyelamat Gunung Kendeng

Warga Rembang
Kolom opini KORAN TEMPO, 20 April 2015

Oleh: Firdaus Cahyadi

Kartini yang lahir dari bangsawan Jawa pada April di Jepara Jawa Tengah melalui surat-suratnya mengkritik kondisi sosial yang terjadi pada saat itu Ia memberontak terhadap kondisi sosial yang merugikan perempuan pada waktu itu Tak mengherankan jika hingga kini ia dikenal sebagai pelopor kebangkitan perempuan di Indonesia Namun sayangnya Kartini meninggal pada usia 25 tahun di Rembang Jawa Tengah.

Kini di Rembang tempat Kartini mengembuskan napas terakhirnya telah lahir Kartini-Kartini baru. Kartini-Kartini baru itu adalah ibu-ibu perkasa yang ingin menyelamatkan pegunungan karst Kendeng, Jawa Tengah. Pada Maret 2015 lalu, sudah 273 hari para ibu-ibu Rembang itu melakukan aksi perlawanan terhadap rencana pembangunan pabrik semen.

Salah satu Kartini baru itu bernama Sukinah. Tak hanya melakukan aksi protes dari dalam tenda, Ibu Sukinah bersama ibu-ibu Rembang lainnya rela menempuh jarak ratusan kilometer untuk melanjutkan perlawanannya ke Jakarta. Di kota yang menjadi pusat pemerintahan republik ini, para Kartini baru itu mendatangi kantor-kantor pemerintahan untuk mengadukan upaya perusakan karst di Kendeng, Jawa Tengah.

Kenapa Ibu-Ibu Rembang itu bersikeras menyelamatkan Gunung Kendeng dari rencana pembangunan pabrik Semen? Gunung Kendeng adalah pegunungan karst yang melintasi empat kabupaten di Jawa Tengah. Pemerintah sendiri melalui Peraturan Pemerintah No. 26 Tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional mengungkapkan bahwa kawasan yang memiliki bentang alam karst merupakan kawasan lindung geologi.

Bukan hanya itu Gunung Kendeng juga memiliki kekayaan berupa keanekaragaman hayati. Terdapat 24 jenis flora dan limapuluhan lebih jenis fauna. Dan yang lebih penting lagi adalah terdapat sekitar 200 mata air di dalam Gunung Kendeng yang menghidupi masyarakat sekitarnya.

Air adalah hak asasi manusia. Manusia bahkan semua makhluk hidup di dunia tidak akan bisa hidup tanpa air. Perjuangan Ibu-Ibu Rembang yang menolak pembangunan pabrik semen di atas sumber air adalah bagian dari perjuangan hak asasi manusia. Mereka berjuang bukan hanya untuk kehidupan mereka saat ini, namun juga untuk anak cucunya kelak. Persis seperti perjuangan Ibu-Ibu kita dalam melindungi anaknya.

Perjuangan ibu-ibu Rembang yang ingin menyelamatkan Gunung Kendeng bukan hanya untuk kepentingan kaum perempuan semata. Perjuangan mereka, jika berhasil, akan dinikmati oleh warga Rembang secara keseluruhan, baik perempuan ataupun laki-laki. Atas dasar itulah tak berlebihan bila mereka disebut sebagai Kartini baru.

Seperti pada saat Kartini memperjuangkan hak-hak kaum perempuan, perjuangan Kartini-Kartini baru dari Rembang untuk menyelamatkan Gunung Kendeng ini pun mendapat banyak hambatan. Pemerintah yang selalu mengumbar jargon akan melindungi kepentingan warganya pun nampak bimbang dalam memutuskan kasus ini. Pemerintah seperti bingung untuk memilih melindungi hak-hak warga Rembang atau kepentingan perusahaan semen.

Perguruan tinggi yang berisi para pakar pun tidak sepenuhnya mendukung perjuangan para Kartini-Kartini baru ini. Sebagian pakar dari perguruan tinggi ternama justru secara terang-terangan berpihak pada kepentingan Pabrik Semen daripada menyelamatkan sumber-sumber kehidupan warga Rembang yang sedang diperjuangkan oleh Kartini-Kartini baru itu.

Perjuangan para Kartini baru untuk menyelamatkan Gunung Kendeng adalah perjuangan kita semua. Kini memang kepentingan korporasi sedang mengancam sumber-sumber kehidupan warga Rembang, namun bukan tidak mungkin kedepan kepentingan korporasi itu juga akan mengancam sumber-sumber kehidupan kita sebagai warga negara. Untuk itu, nampaknya tidak ada alasan bagi kita untuk tidak mendukung gerakan Kartini baru dari Rembang dalam menyelamatkan sumber-sumber kehidupannya

Categories: Uncategorized | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: