Jokowi adalah Mereka?

Di masa-masa kampanye pemilihan presiden (pilpres) lalu, Jokowi dalam iklan-iklannya mengidentikan dirinya dengan jargon, ‘Jokowi adalah Kita’. Jargon itu mengandung arti bahwa Jokowi adalah bagian dari kita rakyat kebanyakan.  Untuk mengidentikan diri sebagai bagian dari rakyat itupun Jokowi beriklan di media. Iklan seperti itu saja kubu Jokowi menghabiskan belanja iklan sebesar Rp.61,94 miliar. Itu pun hanya di lima kota untuk jenis medianya hanya cetak, radio dan televisi. (data lihat di http://www.iklancapres.org/iklan).

Namun, melihat apa yang pernah dilakukan Jokowi saat menjadi Gubernur DKI Jakarta, saya secara pribadi menjadi ragu apakah benar Jokowi adalah kita?

Di Jakarta andil perjalanan dengan menggunakan kendaraan pribadi (bar hijau) diproyeksikan menurun dari 73% (2010) menjadi 55% (2020) dan 40%(2030), dan penggunaan berbagai jenis angkutan umum (bar jingga) meningkat dari 27% (2010) menjadi 45% (2020) dan 60% (2030). Jadi sebagian besar warga yang tinggal dan bekerja di Jakarta menggunakan angkutan umum. Kita, rakyat menggunakan angkutan umum. sumber disini.

Pada saat kampanye pemilihan gubernur Jakarta, Jokowi mengkritik keras proyek pembangunan 6 jalan tol dalam kota. Jokowi mengatakan bahwa pembangunan 6 jalan tol adalah keliru. Lantas Jokowi memaparkan konsep memindahkan orang dan bukan memindahkan mobil. Singkat kata Jokowi benar-benar adalah kita, berpihak pada transportasi massal.

Namun apa yang terjadi setelah dilantik menjadi Gubernur Jakarta? Jokowi justru merestui proyek 6 jalan tol dalam kota Jakarta yang hanya akan memfasilitasi pergerakan mobil pribadi. Publik pun mengkritik Jokowi. Dan menanggapi kritik itu Jokowi menggelar dengar pendapat umum terkait dengan proyek 6 jalan tol dalam kota. Namun setelah berkali-kali dengar pendapat umum digelar, tidak jelas juga sikap Jokowi apakah menolak atau menerima proyek pembangunan 6 tol itu. Bahkan saat wakil Gubernur DKI Jakarta Ahok bersikeras agar proyek 6 tol dalam kota dipercepat pembangunannya, Jokowi yang masih berstatus sebagai Gubernur DKI Jakarta pun diam saja. Saat itulah Jokowi bukan lagi kita, Jokowi adalah Mereka. Ya mereka orang-orang kaya yang memacetkan lalu lintas dengan mobil pribadinya.

Setelah terpilih menjadi presiden apakah Jokowi menjadi mereka. Bukan lagi kita. Mari kita lihat saja nanti…

Categories: Uncategorized | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: