PDIP Jangan Lagi Mengecewakan Saya…


Pemilihan Umum legislative (Pileg) 2014 sudah berhasil diselenggarakan kemarin (9/4). Saya sendiri memutuskan untuk tidak menjadi Golput (Golongan Putih) alias tidak memilih.

Keputusan memilih dalam pemilu merupakan keputusan yang penting bagi saya. Sepanjang pemilu di masa Orde Baru, saya memilih untuk menjadi Golput. Pemilu 1999, di awal reformasi, saya memutuskan untuk memilih PUDI (Partai Uni Demokrasi Indonesia) pimpinan Dr. Sri Bintang Pamungkas. Dan saya kecewa, karena PUDI tidak memperoleh satu kursipun.

Pemilu 2004, saya memilih Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Pada waktu itu saya menilai bahwa PKS adalah partai yang bersih dan peduli. Saat itu saya memilih calegnya Rama Pratama, mantan aktivis mahasiswa UI tahun 1998. Saya berharap mantan aktivis itu dapat mengaktualisasikan idealismenya di parlemen.

Pemilu 2009, saya memilih untuk kembali Golput. Menurut saya, pada saat itu, hampir semua parpol bertekuk lutut terhadap agenda liberalisasi ekonomi. Ada Partai Gerindra, yang mencoba melawan wacana liberalisasi ekonomi. Beberapa kawan aktivis pun bergabung dengan partai itu. Tapi saya ragu memilih Partai Gerindra karena ada Prabowo Subianto di dalamnya. Orang tahu bahwa Prabowo adalah mantan jenderal yang dulu menjadi pembela rejim kapitalistik, korup dan menindas Orde Baru. Akhirnya, saya pun Golput di pemilu 2009.

Waktu berlalu. Pada pemilu 2014, saya mempercayakan suara saya ke PDI Perjuangan. Menurut saya PDIP konsisten menjadi oposisi pemerintahan pimpinan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang mengikuti agenda liberalisasi ekonomi dengan sangat patuh.

Saya berharap kali ini PDI Perjuangan tidak lagi mengecewakan saya. PDI Perjuangan harus tetap konsisten melawan agenda liberalisasi ekonomi. Saya sebagai warga Negara termasuk gerah ketika sumberdaya alam negeri ini dikuasai asing dan kita hanya menjadi pasar dari industry Negara maju. Saya muak ketika pemerintah melakukan komersialisasi pendidikan dan kesehatan. Saya juga muak melihat kenyataan selama 10 tahun terakhir ini di Indonesia kesenjangan social makin melebar. Yang kaya makin kaya dan yang miskin makin miskin. Saya pun muak ketika keserakahan segelintir orang-orang kaya di negeri ini memperkosa alam dan merusak lingkungan hidup.

Saya berharap PDI Perjuangan tidak mengecewakan dalam 5 tahun kedepan!

Categories: Uncategorized | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: