Dengan Berat Hati, Saya Pilih Jokowi Menjadi Presiden 2014

Tahun 2011, setahun sebelum Joko Widodo (Jokowi) mencalonkan diri menjadi Gubernur DKI Jakarta, saya telah menulis di Koran TEMPO, Jokowi harusnya mencalonkan diri menjadi Gubernur DKI Jakarta. Setahun setelah itu, benar bahwa Jokowi akhirnya menjadi Gubernur DKI Jakarta. Namun beberapa bulan setelah dilantik, saya bikin petisi agar Menteri PU (Pekerjaan Umum) dan juga Gubernur DKI Jakarta Jokowi membatalkan rencana pembangunan 6 jalan tol dalam kota. Lihat petisi di http://www.change.org/id/petisi/batalkan-pembangunan-6-jalan-tol-dalam-kota-jakarta-tolak6tol

Perlawanan terhadap rencana pembangunan 6 jalan tol dalam kota itu dilatarbelakangi oleh dampak buruk yang ditimbulkannya. Pembangunan 6 jalan tol dalam kota akan berpotensi merangsang penggunaan mobil pribadi. Dan itu artinya menambah kemacetan lalu lintas, polusi udara dan pemborosan Bahan Bakar Minyak (BBM).

Beberapa tulisan saya setelah Jokowi menjadi Gubernur DKI Jakarta juga mengecam kebijakannya yang merestui pembangunan 6 jalan tol dalam kota Jakarta itu. Restu Jokowi terhadap pembangunan 6 jalan tol dalam kota itu bertenangan dengan apa yang pernah diucapkannya pada kampanye pilkada DKI Jakarta sebelumnya. Pada saat kampanye Pilkada DKI Jakarta Jokowi mengecam proyek pembanguanan 6 jalan tol dalam kota Jakarta. Pada waktu itu, ia menyebut bahwa proyek 6 jalan tol dalam kota adalah proyek yang keliru karena akan memfasilitasi pergerakan mobil pribadi. Tapi setalah dilantik menjadi Gubernur DKI Jakarta, beliau justru merestui poryek 6 jalan tol dalam kota.

Popularitas Jokowi terus melambung hingga ia dicalonkan menjadi Presiden RI dalam pilpres 2014. Bayang-bayang proyek 6 jalan tol dalam kota Jakarta yang dulu dikecam kemudian direstui Jokowi masih menghantui benak saya. Namun, setelah melihat calon presiden lainnya yang menurutku juga bermasalah di masa lalunya, membuat saya harus dengan berat hati memutuskan untuk memilih Jokowi menjadi Presiden RI. Kembalinya rejim militerisme Orde Baru dan lumpur Lapindo lebih berbahaya daripada proyek 6 jalan tol dalam kota Jakarta. Saya berharap, setelah menjadi Presiden Indonesia, Jokowi segera meminta Kementerian PU untuk membatalkan proyek 6 jalan tol dalam kota.

Pemilu Presiden masih beberapa bulan lagi, masih ada waktu untuk memunculkan sosok Capres selain Jokowi, Prabowo Subianto, Hatta Rajasa dan Aburizal Bakrie. Semoga ada Capres lain yang lebih baik dari Jokowi; lebih muda usianya, lebih merakyat, lebih pro lingkungan hidup.

Categories: Uncategorized | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: