Surat Pernyataan Solidaritas Pekerja UI untuk Pedagang Stasiun

Demo-Mahasiswa-di-Stasiun-KA-2 (1)

Surat Pernyataan Solidaritas Pekerja UI untuk Pedagang Stasiun:
TOLAK PENGGUSURAN PEDAGANG!

Sejak akhir tahun lalu, PT. KAI dengan gencar melakukan kebijakan pembersihan stasiun kereta api dari pedagang-pedangang. Kebijakan ini pada kenyataannya merupakan tindakan penggusuran paksa terhadap kios-kios di sekitar stasiun-stasiun KA jalur Bogor, Jakarta, Tangerang, dan Bekasi.
Sejak penggusuran tersebut dilakukan, pedagang stasiun dengan gigih selalu melakukan berbagai upaya untuk melakukan penolakan terhadap penggusuran. Bagi para pedagang, penolakan terhadap penggusuran ini adalah upaya untuk mempertahankan sumber pencaharian mereka. Adalah perjuangan untuk mempertahankan hidup!
Penolakan pedagang dan mahasiswa terhadap penggusuran ternyata dihadapi oleh PT. KAI dengan pendekatan kekuasaan. Berbagai upaya permintaan dialog yang diajukan oleh para pedagang dan mahasiswa ditolak PT. KAI. Lebih dari itu, PT. KAI juga bahkan menolak berbagai rekomendasi dari lembaga seperti Komnas HAM, Kompolnas, Komnas Perempuan, Pemerintah Daerah, sampai beberapa Polres yang meminta adanya dialog serius antara pedagang dengan PT KAI. Penolakan dialog ini jelas-jelas merupakan tindakan yang tidak hanya merendahkan para pedagang, tetapi juga menghina lembaga-lembaga negara sendiri.
Tidak berhenti sampai di situ. Arogansi dan pendekatan kekuasaan PT. KAI juga ditunjukkan dengan terjadinya pengrusakan aset usaha, ancaman, intimidasi, sampai kekerasan fisik yang dilakukan terhadap pedagang, warga masyarakat, atau mahasiswa. Kekerasan dan pengrusakan ini dilakukan oleh aparat kepolisian, tentara, ataupun preman yang disewa untuk melakukan penggusuran. Beberapa pedagang atau mahasiswa bahkan menceritakan bagaimana PT. KAI mengadu domba penumpang dan tukang ojek untuk berhadapan dengan pedagang, warga, dan mahasiswa yang menolak penggusuran. Tindakan penggusuran dengan menggunakan aparat kepolisian, tentara, bahkan preman, jelas merupakan tindakan pelanggaran prosedur penggusuran yang berlaku. Ironisnya, Peraturan Presidan No. 83 Tahun 2011 yang menjadi dasar bagi PT. KAI untuk melakukan penataan dan bahkan melakukan mitra bisnis, justru menyatakan bahwa mitra bisnis hanya dapat dilakukan dengan menggunakan kaidah-kaidah bisnis yang baik. Penggusuran paksa yang sudah banyak memakan korban seperti yang dilakukan oleh PT. KAI sudah pasti bukanlah merupakan tindakan yang sesuai dengan kaidah-kaidah bisnis yang baik.
Di samping itu, untuk menghukum pedagang di stasiun UI dan mahasiswa UI, PT. KAI secara sengaja mengubah jadwal kereta api, yaitu dengan tidak menghentikan kereta di stasiun UI. Tindakan ini jelas merupakan tindakan yang bertentangan dengan hukum, setidaknya Pasal 35 ayat 3 UU No. 23 tahun 2007 (yang menyatakan bahwa stasiun Kereta api berfungsi sebagai tempat kereta api berangkat dan berhenti untuk melayani : a . Naik turun penumpang), serta bertentangan dengan syarat-syarat perubahan pengaturan pelaksanaan perjalanan kereta api menurut Pasal 25 PP No. 72 tahun 2009.
Atas dasar itu, kami menganggap bahwa apa yang dilakukan oleh PT. KAI adalah tindakan sewenang-wenang dan penyalahgunaan wewenang. Kami merasa bahwa reformasi politik yang telah diperjuangkan dengan banyak pengorbanan, seharusnya tidak melahirkan pejabat yang menolak dialog dan menghalalkan tindakan kekerasan demi mencapai tujuannya.
Berdasar uraian di atas, Paguyuban Pekerja UI menyatakan sikap sebagai berikut:
1. Menolak penggusuran paksa yang dilakukan PT. KAI terhadap para pedagang di stasiun pada jalur kereta Bogor, Jakarta, Tangerang, dan Bekasi.
2. Meminta agar PT. KAI menghormati rekomendasi dari Komnas HAM dengan bersedia melakukan dialog dengan para pedagang secara serius dan sepenuh hati, dengan dilandasi pada penghormatan terhadap hak setiap warga negara atas penghidupan yang layak.
3. Apabila PT. KAI tetap mengedepankan kekerasan dan penggusuran paksa, serta menolak dialog, maka kami meminta kepada Menteri Negara BUMN untuk segera menurunkan Direktur PT. KAI, serta semua pejabat PT. KAI yang terlibat dalam upaya kekerasan dan penggusuran paksa dari jabatan mereka masing-masing

Paguyuban Pekerja UI juga meminta kepada anggota-anggota Paguyuban Pekerja UI untuk menyebarkan Surat Pernyataan ini kepada dosen dan karyawan UI, serta meminta mereka untuk mengisi petisi penolakan kekerasan dan penggusuran paksa terhadap pedagang stasiun se-Jabodetabek, yang menjadi lampiran dari Surat Pernyataan ini. Saatnya kita tunjukkan solidaritas Pekerja kepada pedagang dan mahasiswa. Saatnya kita tunjukkan penolakan kita pada segala bentuk kesewenang-wenangan.

Depok, 28 Mei 2013
Badan Pekerja
Paguyuban Pekerja UI

Dr. Andri G. Wibisana, SH, LLM Y. Wasi Gede Puraka, S.Sos
Ketua Sekretaris

Categories: Uncategorized | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: