Kenapa Kita Masih Alergi Terhadap Karl Marx??

Waktu itu saya sedang naik kereta rel listrik (KRL) Commuter Line Jabodetabek. Di depan saya ada dua  orang bapak-bapak muda yang sedang membaca Al-Qur’an sakunya. Saya tidak menganggunya. Semua orang memiliki hak untuk membaca apa saja. Saya pun kemudian membuka tas saya dan mengeluarkan sebuah buku. Saya pun membaca buku itu. Bukan buku agama memang. Namun buku yang terkait dengan pemikiran Karl Marx.

Rupanya dua bapak-bapak yang semula membaca Al-Qur’an itu melihat saya membaca buku Karl Marx. Saya pun mencoba melirik kearah kedua Bapak-Bapak tersebut. Muka mereka berubah. Mereka terlihat merasa tak nyaman lagi berada di depan saya. Merekapun berlahan perpindah menjauhi saya. Aku berpikir apa yang salah dengan buku bacaan saya tentang Karl Marx?

Alergi terhadap pemikiran Karl Marx. Mungkin itu hal yang tepat untuk menggambarkan sikap kedua Bapak-Bapak yang merasa tak nyaman membaca Al-Quran, di depan saya yang sedang membaca buku Karl Marx. Sejak Orde Baru berkuasa, pemerintah begitu anti terhadap pemikiran-pemikiran Karl Marx. Membaca Karl Marx dikuatirkan akan menjadi Komunis. Padahal menurutku, pemerintah Orde Baru melarang membaca buku Karl Marx dengan tujuan agar kapitalisme aman dan tidak mengalami gangguan. Sekarang Orde Baru itu telah jatuh. Pertanyaannya kemudian, mengapa kita masih alergi terhadap pemikirannya Karl Marx?

Categories: Uncategorized | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: