Pak Ical, Spandukmu Dibakar di Porong, Sidoarjo

Marah dan kecewa! Itu mungkin yang dirasakan oleh korban lumpur Lapindo. Mereka menderita selama 6 tahun. Lumpur Lapindo yang muncul pada 29 Mei 2006 telah menghancurkan hidup mereka. Bukan hanya rumah dan tanah yang tenggelam. Namun juga harapan untuk hidup layaknya manusia.

Negara yang harusnya melindungi korban lumpur Lapindo, pergi entah kemana. Ganti rugi pun dibeloknya menjadi hanya sekedar persoalan jual beli. Jika sudah begitu, yang diperhitungkan hanya aset tanah dan rumah yang tenggelam. Sementara, anak-anak korban lumpur yang putus sekolah dan juga biaya kesehatan yang muncul akibat menghirup udara beracun dan menggunakan air yang tercemar diabaikan.

Dan itu berlangsung selama 6 tahun…

Maka, tak heran bila kemudian kekecewaan dan kemarahan itu ditunjukan dengan membakar foto calon presiden dari Partai Golkar yang juga mantan petinggi di Group Bakrie, Aburizal Bakrie.

Harusnya, Ical, panggilan akrab Aburizal Bakrie, introspeksi diri. Apa susahnya meminta maaf pada korban lumpur dan mengakui bahwa semburan lumpur di Sidoarjo itu bukan bencana alam tapi akibat kesalahan pengeboran? Entahlah..mungkin kasus Lapindo ini akan selalu mengikuti kemanapun Ical pergi…:)

Categories: Uncategorized | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: