Tirani Informasi Produk Rekayasa Genetik

GMO_jagung

Kolom Opini, Harian Ekonomi KONTAN, Jum’at, 4 September 2009

Oleh: Firdaus Cahyadi
Knowledge Sharing Officer for Sustainable Development at One World-Indonesia

Kesehatan adalah salah satu hak asasi manusia (HAM) warga negara. Produk makanan yang kita konsumsi adalah salah satu hal yang terkait erat dengan kesehatan. Jika produk makanan yang kita konsumsi aman bagi kesehatan maka salah satu upaya untuk hidup sehat sudah kita lakukan.

Tidak ada pelebelan
Saat ini di pasaran terdapat berbagai macam produk makanan, dari produk makanan organic hingga transgenik (hasil rekayasa genetika). Produk makanan transgenic itulah yang menurut berbagai terbitan ilmiah dapat berpotensi mengganggu kesehatan kita. Sederet kisah pengabaian hak publik atas informasi terkait produk transgenik di berbagai negara menambah kuat kecurigaan bahwa terdapat hal berbahaya yang sengaja dikaburkan dari pantauan publik.

Vandana Shiva dalam buku Biotechnology and The Environment menuliskan bahwa pada tahun 1986, uji vaksin rabies hasil rekayasa genetika pada ternak di Argentina dilakukan tanpa persetujuan pemerintah dan rakyat Argentina. Departemen Kesehatan Argentina menduga para pekerja yang merawat ternak (sapi) yang telah divaksinasi telah terinfeksi vaksin hidup.

Sementara menurut situs http://www.crt-online.org, pada tahun 2000, sebanyak 90 organisasi masyarakat sipil menggugat Badan Pangan dan Obat Amerika Serikat karena dinilai menyembunyikan dokumen tentang efek samping dan kematian yang berkaitan dengan penggunaan hewan transgenik untuk mengganti organ dan jaringan.

Terkait dengan hal itulah tak heran bila konsumen di berbagai negara menolak produk yang mengandung bahan transgenik. Di Austria, 1,2 juta orang, mewakili 20% pemilih menandatangani petisi untuk melarang peradaran makanan hasil rekayasa genetik. Sementara sebanyak 95% konsumen di Jerman pun menolak makanan transgenic.

Celakanya di Indonesia, kita sebagai konsumen tidak mengetahui apakah produk yang kita makan itu mengandung bahan transgenik atau tidak. Tidak ada pelebelan terhadap produk pangan yang mengandung transgenik di Indonesia.

Padahal pemerintah telah memiliki instrumen hukum terkait perdaran produk pangan transgenik. Undang Undang (UU) Pangan Nomor 7 tahun 1996 pasal 13 ayat 1 secara jelas mewajibkan pangan rekayasa genetika terlebih dahulu memeriksakan keamanan pangan bagi kesehatan sebelum diedarkan.

Selain itu Peraturan Pemerintah (PP) tentang Label & Iklan Pangan Tahun 1999 misalnya, dalam pasal 35 juga mewajibkan produk pangan transgenik memakai label transgenik. Penandaan tersebut dapat dilakukan baik dengan kata-kata maupun dengan logo.

Namun rupanya pemerintah enggan untuk memberikan informasi kepada warganya terkait dengan produk transgenik ini. Sebaliknya, pemerintah justru ikut mengkampanyekan bahwa produk transgenik adalah produk yang aman bagi kesehatan.  Pertanyaannya kemudian tentu saja, jika produk transgenik itu aman atau bahkan bermanfaat bagi kesehatan mengapa pemerintah menolak memberikan lebel terhadap produk transgenik seperti yang dilakukan di negara-negara Eropa?

Takut sanksi
Perusahaan-perusahan yang menjual produk transgenic seringkali bersembunyi di balik rahasia dagang untuk menyembunyikan informasi atas produknya kepada publik. Celakanya, negara yang harusnya melindungi keselamatan warganya, termasuk dari ancaman produk transgenik ketakutan untuk memberikan informasi kepada warganya sebab tidak ingin mendapat sanksi dari organisasi perdagangan dunia karena dianggap menganggu perdagangan bebas.

Ketakutan pemerintah untuk melindungi warganya terhadap serbuan produk transgenik demi menyukseskan perdagangan bebas itu tidak bisa dilepaskan dari makin besarnya bisnis produk transgenik di dunia. Data dari Freedonia yang dikutip dalam The Economist, Desember 2002, menyebutkan bahwa pada tahun 1996 total area di dunia yang ditanami tanaman pangan trangenik hanya berkisar 5 juta hektar. Namun pada tahun 2006 telah melonjak menjadi 184 juta hektar.

Peningkatan juga terjadi pada bisnis bibit tanaman transgenik. Penjualan bibit kedelai transgenik di dunia pada tahun 2006 telah mencapai 1550 juta dolar AS. Padahal pada tahun 1996 penjualan bibit kedelai transgenik hanya bekisar 11 juta dolar AS. Hal yang sama juga terjadi pada penjualan bibit jagung transgenik.

Besarnya bisnis produk transgenik itu telah menjadikan Indonesia sebagai salah satu pasar bagi produk-produk tersebut. Laporan United States Department of Agriculture (USDA) menyebutkan nilai ekspor produk transgenik Amerika Serikat ke Indonesia tahun 2004 mencapai 600 juta dolar AS. Produk transgenik itu terdiri dari kedelai, jagung dan kapas.

Serbuan produk pangan transgenik di Indonesia diperkuat dengan penelitian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI). Hasil uji YLKI tahun 2001, 2002, 2005 menunjukkan bahwa beberapa produk turunan kedelai di Indonesia terkontaminasi bahan transgenik.

Hasil penelitian YLKI itu seharusnya menggugah pemerintah untuk segera melindungi warganya dari serbuan produk transgenik. Namun jangankan memiliki keberanian untuk menolak impor produk transgenik, untuk memberikan pelebelan terhadap produk transgenik pun pemerintah enggan.

Tidak adanya informasi yang memadai menganai produk transgenik itulah menyebabkan konsumen di negari ini memiliki posisi yang sangat lemah. Konsumen tidak memiliki pilihan terhadap produk makanan yang akan mereka makan. Ironisnya, pemerintah yang harusnya melindungi keselamatan kita justru nampak tidak berdaya ketika harus berhadapan dengan tirani informasi dari produk-produk transgenik ini.

Categories: Uncategorized | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: