Roadmap Investasi BKPM dan Kehidupan Petani Gurem

bkpm-logo-dalam

Oleh: Firdaus cahyadi,
Knowledge Sharing Officer for Sustainable Development,
OneWorld-Indonesia

Pernah dimuat di Harian Ekonomi Kontan, 10 Agustus 2009

Di saat masyarakat menunggu susunan kabinet dari Presiden Indonesia 2009-2014, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Indonesia meluncurkan sebuah roadmap investasi. Siapapun presiden yang terpilih diharapkan menjalankan atau minimal mengakomodasi roadmap yang telah mereka susun.

Mengkritisi Roadmap
Persoalan penanaman modal sejatinya bukan hanya terkait pemerintah dan pengusaha sebagai pihak yang akan melakukan investasi. Penanaman modal adalah persoalan publik secara umum karena bukan tidak mungkin bidang yang menjadi tujuan dari penanaman modal itu adalah bidang yang menguasai hajat hidup orang banyak.

Terkait dengan hal itulah sudah sewajarnya bila masyarakat Indonesia ikut pula mengetahui bahkan juga mengkritisi roadmap investasi yang telah disusun BKPM. Terlebih dalam roadmap yang dibuat BKPM tersebut menitikberatkan pada tiga bidang yang selama ini dikenal sebagai bidang yang menguasai hajat hidup orang banyak yaitu, pangan, energi dan infrastruktur.

Secara sederhana dapat dikatakan ketiga bidang di atas adalah komoditi yang akan ‘dijual’ kepada investor. Karena ketiga bidang di atas adalah bidang-bidang yang yang amat vital bagi negara dan masyarakat maka, sudah dapat dipastikan bila setiap investasi yang terkait dengan ketiga bidang tersebut akan berdampak bagi keberlanjutan kehidupan masyarakat secara luas.

Sementara, menurut Pasal 33 Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai negara. Tujuan dari penguasaan oleh negara itu adalah agar dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya bagi kemakmuran seluruh rakyat bukan orang per orang yang kebetulan memiliki modal.

Pertanyaan berikutnya tentu saja adalah apakah roadmap invesatasi yang disusun BKPM tersebut akan berdampak pada kesejahteraan masyarakat Indonesia secara keseluruhan? Untuk menjawab pertanyaan itu, tidak ada jalan lain selain mengkritisi roadmap invesatsi yang dikeluarkan BKPM.

Dalam roadmap investasi tersebut, BKPM menyajikan banyak data statistik yang tujuannya tentu saja mendukung rekomendasi yang akan dibuat. Hal itu tentu saja adalah sebuah keharusan. Namun, persoalannya timbul ketika rekomendasi yang diambil justru berlawanan dengan data-data statistik yang telah disajikan. Bahkan rekomendasi yang dikeluarkan terkesan dipaksakan hanya untuk memberikan keistimewaan kepada investor, sementara kepentingan masyarakat secara luas diabaikan.

Dalam bidang pangan, khususnya komoditas padi dan jagung, BKPM menuliskan bahwa sektor pertanian Indonesia dimiliki oleh sebagian besar rakyat yang pada umumnya berskala mikro/gurem. Hal itu disebabkan kepemilikan lahan pertanian oleh sebagian besar petani Indonesia kurang dari 0,5 ha (hektar).

Terkait dengan hal itulah, menurut BKPM dalam roadmap investasinya menyebutkan, bahwa ada motif kerakyatan dan keadilan yang harus dikedepankan dalam investasi di bidang pertanian. Pernyataan BKPM dalam roadmapnya itu tentu saja sangatlah mulia dan menggembirakan kita semua. Namun alangkah terkejutnya bila kita membaca insentif yang diusulkan BKPM terkait dengan investasi di bidang pertanian.

Dalam roadmap investasinya, BKPM mengusulkan untuk mendukung program perluasan lahan maka, investor swasta yang tertarik terhadap budidaya padi harus diberikan insentif berupa hak pengelolaan atau hak pakai atas lahan negara dengan masa kontrak yang panjang. Hal yang nyaris sama juga harus dilakukan pada komoditas jagung.

Investor swasta yang dimaksudkan tentu saja adalah para pemilik modal dan bukan petani gurem. Artinya, usulan insentif dari BKPM bertolak belakang dengan data statistik tentang petani gurem Indonesia yang telah disajikan sebelumnya.
Nah, jika insentif yang diusulkan BKPM tersebut diterima oleh pemerintah, pertanyaannya adalah bagaimana dengan mayoritas petani gurem Indonesia yang hanya memiliki lahan kurang dari 0,5 ha?

Usulan Berbahaya
Di dalam roadmap BKPM tersebut sama sekali tidak membahas dampak sosial bagi para petani gurem atas pengusaan lahan pertanian oleh para pemilik modal. Meskipun tidak disebutkan dalam roadmapnya, kita bisa memastikan bahwa dengan usulan insentif penguasaan lahan bagi pemilik modal dari BKPM tersebut maka, cepat atau lambat petani gurem akan gulung tikar. Bisa jadi mereka akan menjual lahan yang dimilikinya kepada para pemilik modal yang telah menguasai lahan secara lebih luas dan jangka waktu yang lama. Selanjutnya para petani gurem tersebut akan beralih profesi menjadi sekedar buruh tani bagi para pemilik modal di sektor pertanian.

Usulan BKPM itu tentu sesuatu yang berbahaya bagi kehidupan petani di Indonesia yang mayoritas adalah petani gurem. Jika diakomodasi, usulan insentif BKPM tersebut akan membuahkan ketimpangan kepemilikan sumberdaya berupa lahan pertanian.

Sebagai pihak yang diberikan mandat untuk melindungi masyarakat, utamanya masyarakat yang rentan, negara harus berpihak kepada petani gurem yang memiliki lahan kurang dari 0,5 ha. Artinya, kebijakan negara bukan memberikan hak kelola lahan negara pada pemilik modal namun memberikan hak kelola tersebut kepada para petani gurem. Negara dapat memfasilitasi petani-petani gurem untuk membentuk koperasi yang nantinya diberikan hak kelola atas lahan negara tersebut.

Terkait dengan hal itulah, ada baiknya BKPM merevisi roadmap investasinya. Belum terlambat untuk merevisi roadmap tersebut, selagi kabinet pemerintahan yang baru belum terbentuk. BKPM juga tidak perlu merasa malu untuk merevisi roadmapnya, terlebih jika usulan dalam roadmapnya tersebut justru meciptakan kemiskinan struktural baru bagi mayoritas petani Indonesia.

sumber: http://www.kontan.co.id/index.php/epaper

Categories: Uncategorized | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: